AXEL’S PEN
Pagi itu, seorang gadis dengan rambut
terurainya di sertai gelang yang melingkar di tangannya sedang melintas
di koridor kelas SMA SENTOSA. Laki-laki di sekitarnya sangat terpana akan
kecantikan dirinya. Betapa tidak, gads itu bagai bidadari, berparas cantik,
berambut indah, disertai kepintarannya yang menjadikan dia selalu menadi
juara umum.
Tapi sayang...............
“kenalin, gue Axel,gadis paling cantik disekolahan,
anak dari pengusaha terkenal, dan gue sangat kaya.” Ya itulah kata-kata yang
sering terucap olehnya, dia sangat sombong.
Pagi itu dia sedang berjalan di koridor kelasnya dengan tiga buah buku yang di
dekapnya. Tidak lupa satu barang kesayangannya, barang yang selalu di
bawanya kemana-mana sedang di pegangnya erat. Ya, barang itu adalah PENA.
Tiba-tiba.............bruukk!!!
Axel bertabrakan dengan seorang laki-laki.
“kalo jalan liat-liat dong, pake tuh mata, jangan
belanja aja, liat nih buku gue jadi berantakan kan gara-gara loe!” terdengar
celoteh Axel yng mengheningkan suasana di sekitarnya.
“maaf....maaf... gak sengaja .” laki-laki itu berucap
lembut.
“maaf,maaf, gak bisa ! loe pasti sengaja kan pengen
tubrukan dengan cewek secantik gue, jangan ngarep deh , cepat beresin buku
gue.”ucapnya dengan nada tinggi.
“iya..iya... gue akan beresin.”jawab laki-laki tu
dengan nada lembutnya, sambil jongkok untuk membereskan buku yang berjatuhan.
“ini bukunya, sekali lagi gue minta maaf.”ucap
laki-laki itu sambil menyodorkan tangannya.
Tapi setelah mengambil bukunya, Axel pun langsung
pergi, tidak menghiraukan kata laki-laki itu.
“ayo Al, kita cabut. Tidak penting ngeladenin orang
seperti dia.”ucapnya kepada Alma teman yang selalu membuntutinya kemana-mana.
Laki-aki itu hanya bisa diam melihat tingkah laku Axel
dan pergi meninggalkan tempat itu dengan senyum manisnya.

.jpg)